January 20th, 2008 by gembokneraka
Sekarat.. Yeah Underground dan semboyan Do It Yourself di
Bali mengalami kemunduran di tengah hujan Acara dan panggung2 yang mengusung
tema Music Underground. Tentu saja kondisi seperti ini adalah sebuah
"point return to zero". budaya yang salah dengan hasil yang jauh dari
semua harapan.
Disaat band2 seperti Superman Is Dead, Parau dan segelintir lainnya mampu
menembus pasar Underground yang lebih mapan sehingga mampu diterima di lapisan massa underground tanah air kondisi di dalam negri Bali sendiri tidak pernah beranjak maju. beberapa band yng memiliki memiliki album dan penampilannya di tunggu2..
bayaran buat mereka tak beranjak dari 250.000 perak per satu kali tampil,
itupun sudah syukur ada yg ngundang dan ngasih bayaran, kebanyakan dari mereka
hanya di beri bekal cap "Thank You, Nah!?" sudah harus mengurut dada. Budaya tampil dengan seleksi juga sepertinya tak bisa di hapus dari bumi Bali, untuk band baru sepertinya oke banged tapi bagi
band yg sudah tampil cukup lama dan cukup disegani ternyata kehadiran mereka
tak cukup untuk bisa manggung tanpa melalui sebuah proses bernama seleksi.
keluarkan kocekmu antara 25rb sampai 50rb ikut seleksi, dan kamu dinilai oleh
orang yang tidak tahu sama sekali music kamu.
aku lebih menilai kalau system seleksi ini anyalah pengumpulan dana
terselubung, yg terpilih biasanya 90% adalah band2 yg cukup dekat dgn sang
juri!.
yang paling sekarat saat ini adalah Jual Ticket!.. beberapa pembuat acara
sepertinya merasa masih kurang dana dengan cara ngambil retribusi yg namanya seleksi,
mereka sepertinya mengasah otak dan mencari resolusi supaya acaranya bisa
jalan. sialnya pilihan mereka tambah amburadul, bodoh dan ancur… band dijamin
manggung tanpa seleksi, asal tolong jualkan 20 tiket acara (dgn banderol harga
tiket antara 10rb - 20rb)… oh setan neraka jahanam!
band sekarang di Bali harus berpikir lumayan berat supaya tetap eksis, untuk
latihan harus ada 25rb perjam, untuk rekaman harus punya duit 600rb per shift
untuk manggung mereka harus memaksa teman supaya mau nonton!.
Holy Shit apa yang terjadi dengan semua kkonyolan ini, apakah event organizer
bener2 sudah habis pikir cara mencari uang sehingga harus memperbudak para
pekerja seni-nya?
apakah penggemar music Underground di Bali sudah hilang semangat support
underground movement sehingga mereka harus dipaksa (tanpa Kesadaran sendiri)
supaya tetep support?.
Gilanya lagi keadaan seperti ini sudah menjamur dimana-mana, beberapa band
bahkan harus menolak tawaran manggung karena tak mampu lagi memaksa temannya
membeli tiket (ingat mereka bukan penjual tiket tapi mereka harus mampu jual
tiket supaya bisa manggung), band baru yang tidak tahu harus menjual tiket pada
siapa dengan terpaksa merogoh saku sendiri supaya tiketnya terlihat terjual
semua!.
Dan hebatnya band Underground di Bali tak pernah menyusut,
itu adalah factor yg paling aku suka, walau banyak acara underground fiktif
tapi ssemangat untuk jadi pemain band underground ternyata masih kuat!.
Lagipula tidak semua acara dan event organizer adalah lintah
darat, beberapa masih punya hati nurani dan berani mengambil resiko beberapa
walau tidak sedikit benar2 memutar otak supaya acaranya sukses. Dari sedikit
itulah beberapa band jadi terpacu untuk bias sukses di ikuti penggemar.
Yang paling tidak habis piker adalah …percaya tidak?, band
selain band bergenre underground di Bali tak ada yg bisa sukses!, sbut saja
aliran indie yg notabene digilai abg di jawa!.. ternyata band indie di Bali
hanyalah onggokan tak punya nilai jual sama sekali, walau band indie cukup
menjamur tapi kalau kamu bikin acara indie di Bali,
hasilnya tidak pernah sedikitpun menyamai keberhasilan acara2 underground,
bahkan penontonnya bisa dihitung dengan
jari saja.
Support hanya pada acara yg di gelar anak-anak 19-21, Biang
Kerok, Deadlock dan acara2 yang menampilkan Launching band album.
Walaupun mereka menggalang dana secara kolektif diantara
para panitia maupun pemain bandnya tapi mereka fair dan tidak memaksakan
kehendak.
Aku berharap semakin hari semakin banyak acara yg bijaksana
yang bener2 support local movement, aku juga berharap ada kata sepaham diantara
para penggerak scene underground di Bali yang peduli sesame dan peduli terhadap
kemajuan bukan kemunduran!. Rise Up Underground Bali!.
Posted in Uncategorized | 5 Comments »
January 5th, 2008 by gembokneraka
Sejak mengenal tekhnology mp3, keranjinganku akan koleksi HardRock, Punk Rock, Hardcore, Thrash Metal, Metalcore, Deathmetal, Speedmetal, Brutal dan puluhan genre music lainnya.. sepertinya hasratku selalu merasa tak terpenuhi.
Hampir setiap hari aku mendapatkan informasi cara mendapatkan Mp3 dari Band-band cadas terbaik di Dunia. beberapa cara ku tempuh untuk mendapatkannya..
ada yg ku download sendiri, ada barter dengan teman dan lebih mudah lagi aku membelinya dengan harga yg tidak lebih dari Rp. 10000,- per albumnya.
cara membeli koleksi adalah cara paling mudah mendapatkan apa yg kuinginkan, beberapa tempat harus ku obok-obok dulu sebelum aku bener2 bisa mendapatkan apa yg kuinginkan.
Bali, Surabaya, Malang dan Bandung adalah tempat favouritku untuk mencari koleksi2 terbaru baik berbentuk CD, VCD maupun DVD dari band2 favouritku.
Memang tidak mudah dan tidak murah.. tapi aku menikmatinya, ada rasa puas yg tak bisa aku gambarkan saat aku mendapatkan koleksi buruanku tersebut.
Lebih banyak aku mendapatkannya dengan cara membeli cash, buruanku biasanya lebih mudah didapatkan dari teman pedagang yang sudah lama kenal dengan begitu kualitas dan kuantitasnyapun terjaga baik.
selain itu dari merekapun aku mendapatkan informasi2 lainnya…
rasanya aku tidak akan pernah bosan memburu koleksi mp3 ari band-band favouritku, hobby ini sudah ada sejak aku mengkoleksi kaset-kaset bekas saat aku masih duduk di bangku SMU kelas 1… 25 tahun yang lalu. hobbyku ini keterusan sampai aku mengkoleksi lebih dari 1000 item album2 dari band2 favoritku. tidak semuanya komplit, kebanyakan aku mencari band2 favoritku saja.
aku suka era punk-hardcore tahun 1984 Youth of Today, Gorila Biscuits, Minor Threat dan Agnostic Front adalah band-band favoritku, aku juga suka glamrock yang memiliki akar blues kuat seperti Cinderella dan The Black Crowes. band aliran Deathmetalpun aku koleksi.. aku suka koleksi deathmetal classic era tahun 90-an. saat ini aku sedang tergila-gila band-band beraliran mathcore dan deathcore
tapi aku juga banyak mengkoleksi band-band speedmetal, harmony power metal adalah genre yg paling aku sukai. tapi koleksi pertama yg aku banggakan adalah aku memiliki smua album dari band Thrash metal kampiun SLAYER, PANTERA dan MEGADETH.
aku juga melahap aliran music progressive, tidak terlalu banyak tapi aku sudah merasa cukup puas. sementara itu kalau kamu suka dengan Rolling STones, PInk Floyd, Agnostic Front, NOFX, The Casualties, Killswitch Engage, Megadeth dan Napalm Death dari situ mungkin kamu tahu jenis music lainnya yang aku sukai.
saat ini aku bingung dengan ribuan koleksiku ini, beberapa aku barter beberapa lagi aku jual di sebuah distro tapi aku masih ingin agar semua org juga memiliki apa yg aku miliki. berbagi adalah hal paling indah yg bisa dihasilkan sebuah karya music.
kalau kamu berminat silahkan isi komentarku dengan koleksi apa yg ingin kamu dapatkan (Band dan Judul ALbum) siapa tahu aku memilikinya dan ingin berbagi denganmu. Peace
Posted in Uncategorized | 2 Comments »
January 4th, 2008 by gembokneraka
gangsters selalu ada dimanamana, yang lagi beken adalah ulah gangsters motor di Bandung yang sudah makan banyak korban. di Bali juga lagi genting-gentingnya urusan gangsters, perang gangsters!.
bagaimana kita menyikapinya?, polisi aja angkat tangan dan tak mau tahu urusan mereka, apalagi kita yang sehari-harinya hanya dengerin music.
aku pikir kita juga gak bakal bisa banyak bicara dengan urusan kekerasan yg mereka tebarkan, kita hanya berharap aparat dan penegak hukum bener2 menjaga keamanan masyarakat umum, melindungi dan melayani kan simbol pak pol.
harapan tetaplah harapan, selalu lambat dan merangkak….
yang paling utama dari urusan genting dan sedang heboh ini, mari kita jauhi dunia kelam gangsters ini, tidak berteman dengan gangsters akan menyelamatkan nyawamu, menjauhkanmu dari ancaman maut yg selalu mengintai mereka yg punya embel2 grup gangsters tertentu.
kekerasan akan selalu berhadapan dengan kekerasan, jadi kamu yg jiwanya tidak mau mati sia-sia lebih baik menghindar berkawan dgn yg namanya gangsters!.
menghindari kumpul deket2 gangsters juga bisa menyelamatkanmu, walaupun kelihatanya asyik berkumpul dgn mereka tapi ingat gangsters selalu punya musuh gangsters juga. mereka sadis bernyali tinggi dan selalu menuntaskan masalah dengan mencabut sampai akarnya!. kamu yg gak taw apa-apa bisa saja jadi korbannya. inget! ketidak waspadaan akan selalu mebawa malapetaka!.
mereka yg jiwanya gangsters selalu punya insting kwat bila nyawa mereka terancam, mereka terlatih menghadapi semua ancaman. sementara kamu? kita? rakyat jelata yang sok gangsters tentu gak punya insting seperti itu, nyawa kita akan selalu terancam dan bisa semaput di tebas pedang, jadi korban salah sasaran.
kalau sudah di kafani, siapa yg harus di salahkan?, biasanya dalam urusan begini tak ada saksi bicara tak ada yg maw tahu malah… sang pencabut nyawa akan bebas berkeliaran mencari mangsa yang lain!.
kalau ada perkelahian, rame-rame ribut, kerumunan preman lebih baik kita cari aman saja bung!.
nyawamu sangat berharga bagi mereka yang masih menyayangimu……
damaigangstersdamai…. kami hanya ingin ada damai di muka bumi yang panas penuh dendam dan kesengsaraan bagaikan neraka ini
Posted in Uncategorized | 2 Comments »
December 25th, 2007 by gembokneraka
anti-emo, what the hell???
munkin karena gaya rambutnya ya? atau karena sedang di gauli remaja abg? atau karen musicnya yang kenceng-kenceng melow? atau karena lagi IN? atau karena music yg kamu sukai sudah tidak disukai lagi sehingga kamu merasa ditinggalkan jaman sehingga sangat pantas menyalahkan sebuah kultur bernama ‘emo’.
sejarah emo dari mana yah? masa fugazi sih? perasaan fugazi stylenya ngga ramires (rambut miring ga beres) musicnya juga lebih exsperimen di banding sebuah band emo masa kini spt my chemical romance atau 30secondtomars, atau saosin atau the used atau dashboard confesional,
yang lucu adalah banyak yang merasa dengan anti-emo maka kita terlihat gagah, dan banyak juga anak yg demen emo jadi anti-emo setelah gawl dengan komunitas anti-emo??? nah tambah bingung ya?
mungkin ini hanya cemoohan atau rasa sirik yang tak tersalurkan, hey emo-boy tahukah kalian bhw kalian saat ini hanya jadi bahan guyonan oleh sebagian dari komunitas music dan musisi bawah tanah???
apakah aku suka emo? tentu saja band2 masa kiniyang disebut emo mereka sangat pantai menulis lagu dan membuat komposisi yang asik untuk didenger, apakah aku anti-emo.. mmm kalau aku lihat dari penampilanku yang biasa-biasa aja dan ngga terlalu suka menonjolkan diri, mungkin bisa dibilang iya juga.
tapi aku adalah anti yang anti-emo nya keterlaluan… yups
ada yang anti-emo nya dibuat2 supaya mendapatkan perhatian. tau deh apa alasannya, bagiku emo adalah kultur pemberontakan, sama dengan aku yang jadi begini karena kultur pemberontakan. hanya saja jamannya berbeda, jamanku dulu music dan gaya punk 70’s yang membuatku berperilaku aneh… jaman sekarang ya tentu ngga relevan dong kalo adik2 kita dipaksakan mendengarkan band2 70’s yang kalo dilihat dari usianya saja sudah om-om dan kakek2. mungkin bandnya juga sudah ngga ngasilin karya baru atau sudah bubar karena personilnya mati OD semua. ya iya lah ngga uptodate banged donk ah!
jadi bagiku music emo itu indah dan layak mendapat tempat, anak2 muda yg bergaya emo juga asyik kok untuk dilihat. keren dan cool..
bwat yang anti-emo, mendingan merangkul deh, berkaca dulu deh, dengan semboyan anti-emo kamu ngga keliatan galak kok. malahan keliatan penakut!.
aku masih inget dengan wawancara band cadas metallica (tentu aku adalah fans berat mereka) saat mereka di tanya tentang semakin lembeknya album2 mereka pasca ‘master of puppet’. begini katanya..
‘kami ingin selalu berubah, tentu ke arah yg lebih baik. kami tahu dengan memainkan msuic yg berbeda ada kemugkinan kami ditinggalkan penggemar. tapi kalau kami memainkan music yg sama selama bertahun-tahun kami juga akan di sebut sebagai band yg tidak mau ditinggalkan penggemar. kami bukan pengecut jadi kami akan mengambil resiko ditinggalkan penggemar. berubah itu adalah sebuah evolusi yang tidak bisa ditolak, jaman akan berubah begitu juga music. yang tak akan berubah dari kami adalah, kami sangat mencintai music!"…
seperti itu deh!.
aku jadi berpikir, mmm bener juga ya! makan aja kita selalu pengen mencoba yang lain, masa mendengarkan music, memainkan music kita harus terpatok disitu2 aja.. kapan dapat pencerahannya ya?
saya tidak menganjurkan anda jadi anak emo atau anti-emo karena biasanya seseorang jad egois hanya untuk sesaat karena sifat manusia adalah munafik, saya hanya menganjurkan jangan membenci apa yang nantinya akan anda sukai.
Posted in Uncategorized | 17 Comments »